Menghitung Jumlah Harta dan Utang Capres

PEMILU Legislatif 2014 berakhir. Sejumlah partai kini sibuk menyiapkan strategi menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres). Tiga partai politik yang saat ini berada di posisi tiga besar berdasarkan hitung cepat punya peluang besar untuk mengajukan calon presiden pilihan mereka. Partai Demokrasi Perjuangan diprediksi mengajukan nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Partai Golongan Karya menjagokan Aburizal Bakrie, sang ketua umum, sedangkan Partai Gerakan Indonesia Raya akan memenangkan Ketua Dewan Pembinanya, Prabowo Subianto.

Partai politik lain sedang mempertimbangkan ketiga nama capres itu sebelum memberikan dukungan dalam bentuk koalisi. Tentunya pertimbangan juga dilakukan dengan melihat siapa di antara tiga nama tadi yang berpeluang besar menang di Pilpres mendatang. Berada di pihak pemenang tentu membuat para petinggi partai berharap dapat 'jatah kekuasaan'.

Kita sebagai pemilih pun jangan sampai ketinggalan untuk membuat pertimbangan. Sebagai rakyat biasa, jelas kita tak berharap akan jatah kekuasaan. Karena itu ada baiknya untuk mengenal profil, karakter, dan rekam jejak para Capres yang akan bersaing di Pilpres 2014.

Jokowi selama ini dikenal sebagai sosok birokrat yang pernah menjabat sebagai Wali Kota Solo, dan kemudian terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta. Aburizal Bakrie diketahui sebagai pengusaha yang aktif di partai politik dan berbagai macam organisasi seperti Kamar Dagang dan Industri Indonesia. Sedangkan Prabowo memiliki latar belakang militer dengan jabatan terakhir sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat.

Meski memiliki pengalaman kepemimpinan berbeda, tapi ada kesamaan di antara Jokowi, Aburizal, dan Prabowo. Ketiganya sama-sama tercatat sebagai pengusaha. Dari persamaan ini, menarik untuk membandingkan ketiga kandidat berdasarkan kiprah mereka sebagai pengusaha.

Sebelum menjadi Wali Kota Solo, Jokowi dikenal sebagai pengusaha mebel. Memulai bisnis dengan menjual furnitur di sekitar wilayah Sungai Bengawan Solo, usahanya mulai berkembang setelah mulai mengekpor ke Eropa, Afrika, baru menyusul ke Asia Timur dan Timur Tengah.

Menghitung Jumlah Harta dan Utang Para Capres

Lalu berapa harta kekayaan Jokowi saat ini? Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi di 2012, Jokowi tercatat memiliki harta Rp 27 miliar dan valuta asing sebanyak US$ 9876,23. Angka ini naik jika dibandingkan di 2010 yang sebesar Rp 18,4 miliar. Menurut Jokowi, hartanya bertambah karena naiknya Nilai Jual Obyek Pajak dari tanah dan bangunan yang dimiliki.

Berbeda dengan Jokowi, Prabowo beralih profesi menjadi pengusaha setelah dinonaktifkan dari militer pada 1999. Mengutip Tempo, Prabowo sempat dua tahun memulai bisnis di Yordania. Hingga kini bisnis yang dipegangnya antara lain batubara dan pengolahan kertas.

Berdasarkan LHKPN yang dilaporkan ke KPK di 2009 sewaktu mencalonkan wakil presiden mendampingi Megawati Soekarnoputri, harta Prabowo diketahui berjumlah Rp 1,6 triliun.Tempo mencatat bagian terbesar harta mantan menantu Presiden Soeharto ini bersumber dari surat berharga yang mencapai Rp 1,579 triliun. Harta Prabowo juga melejit jika dibandingkan kekayaannya pada 2003 yang mencapai sekitar Rp 10,153 miliar.

Tak hanya harta, Prabowo juga disebut memiliki perusahaan yang memiliki utang sebesar Rp 14,3 triliun. Menurut VIVAnews, utang sebesar tadi dimiliki PT Kertas Nusantara (sebelumnya PT Kiani Kertas) berdasarkan verifikasi kurator kepailitan dan pengurus Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Juli 2011.

Tapi kabar ini dibantah Direktur Utama PT Kertas Nusantara Pola Winson. Mengutip Republika, Winson mengatakan kabar itu menyesatkan karena pada November 2011 semua masalah pembayaran utang sudah diselesaikan di Pengadilan Niaga dengan restrukturisasi utang. Sayangnya tidak dijelaskan angka kewajiban yang harus dipenuhi PT Kertas Nusantara dari restrukturisasi utang tersebut.

Sosok Aburizal Bakrie punya cerita lain. Dia dikenal sebagai pengusaha yang cukup sukses di banyak bidang, termasuk pertambangan, properti, hingga media. Pada 2007, Forbes Asia menempatkan Aburizal sebagai orang terkaya Indonesia dengan harta mencapai US$ 5,5 miliar atau sekitar Rp 50,2 triliun. Tapi, harta ini terus menurun di 2011 yang tercatat sebesar US$ 890 juta atau sekitar Rp 8,01 triliun.

Sama seperti Prabowo, Aburizal juga terbelit masalah utang perusahaan. Menurut lembaga analis independen Kata Data, utang 10 perusahaan terafiliasi dengan Bakrie Brothers hingga kuartal pertama 2012 mencapai Rp 21,4 triliun dan US$ 5,7 miliar. Harga batubara yang merosot tajam diungkit sebagai penyebab perusahaan Bakrie berisiko gagal bayar.

Dengan melihat harta, juga utang yang dimiliki para capres, tentu ini menjadi pertimbangan untuk menentukan pilihan. Namun bagi pengusaha, utang adalah sebuah pilihan bisnis, dan dianggap sebagai risiko yang harus berani diambil untuk mendapat keuntungan.

Risiko itu mungkin bisa dimiliki seorang pengusaha, tapi tentu tidak boleh dimiliki seorang kepala negara. Sebab risiko itu bisa berkemungkinan ikut dibebankan juga kepada ratusan juta jiwa penduduk Indonesia yang dipimpinnya. Apalagi jika itu utang pribadi atau perusahaan. Sangat dibutuhkan karakter ideal Capres dan Cawapres untuk Indonesia yang lebih baik.

Pengusaha tentu memiliki karakter yang baik dalam hal kerja keras demi membangun kesuksesan. Namun, tetap ada kekhawatiran jika urusan bisnis bercampur dengan kepentingan rakyat banyak. Jadi hal yang wajar juga jika ada rakyat yang berprasangka dengan para pengusaha yang sangat ambisius ingin menjadi presiden. Meski sebenarnya curiga mesti diimbangi melek informasi.

Silakan Anda menilainya sendiri.

Mahatma Gandhi

“Masa depan tergantung pada apa yang kita lakukan hari ini”. Mahatma Gandhi