Profile Teddy Robinson Siahaan

Mengenal  Lebih Dekat Profile Teddy Robinson Siahaan


Teddy Robinson Siahaan (TRS) lahir dari keluarga sederhana. Ayahnya, Alm. Sahat Siahaan, hanyalah seorang kerani perkebunan PTP. VII di Laras dan Dolok Ilir, Simalungun. Ibunya, Almh. Horjaria Aritonang, berprofesi sebagai guru SD. TRS dilahirkan pada tanggal 4 Maret 1964 dan masa kecilnya banyak dihabiskan untuk bermain catur dan belajar. Tak heran jika TRS sering menjadi juara kelas kelas.

Teddy Robinson Siahaan

Setelah lulus dari SMA Negeri 2 Pematangsiantar tahun 1982, TRS kemudian melanjutkan kuliah di Jurusan Sastra Inggis, Universitas Sumatera Utara. Keinginannya menjadi seorang diplomat menjadi alasan TRS mengambil jurusan Sastra Inggris.  Pada tahun 1989, TRS merantau ke Jakarta. Niat awalnya ke Jakarta hanyalah mengasah kemampuan catur.

Selama sekolah dan kuliah, TRS sering menjuarai turnamen catur di Sumatera Utara. Dia ingin seperti Narsar Karo-karo, master catur dari Sumatera Utara yang pernah mengalahkan grandmaster dunia, Boris Kostic dari Serbia.

Namun keinginannya menjadi master catur di Indonesia pupus karena himpitan ekonomi. Tak punya bekal memadai untuk hidup di Jakarta sementara hasil dari pertandingan catur tak mencukupi, TRS pun melamar kerja dan kemudian diterima di sebuah perusahaan tour and travel. TRS pun sibuk bekerja dan mulai melupakan keinginannya menjadi pecatur nasional.

Setengah tahun kemudian dia pindah ke perusahaan trading yang merupakan cabang dari perusahaan di Hongkong. Di perusahaan ini, TRS menerima penghasilan yang menurutnya waktu itu luar biasa besar. Dan perusahaan ini juga yang memberi kesempatan kepada TRS melanjutkan studi S2 untuk mengambil gelar Master of Business Administration di Overseas Training Center, yang merupakan afiliasi dari California State University, Amerika Serikat, dengan masa ikatan dinas selama empat tahun.

Sebelum masa ikatan dinasnya berakhir, November 1991 TRS ditawari bekerja di PT Lippo Cikarang Tbk dan Lippo bersedia mengganti biaya kuliah TRS kepada perusahaan sebelumnya. TRS dikenal sebagai orang yang cerdas, ulet, dan pekerja keras sehingga tak butuh waktu lama, Lippo mempromosikannya menjadi salah seorang manager di perusahaan tersebut. Jadilah waktu itu, dalam usia 28 tahun, TRS menjadi manager termuda di PT Lippo Cikarang.  Juni 1995, TRS kembali mendapat promosi sebagai general manager di perusahaan yang sama. Saat itulah dia memutuskan untuk menikah dengan kekasih hatinya yang telah lama dia pacari, Susy Renta Flora br Hasibuan. Buah perkawinan mereka mendapatkan seorang anak laki-laki, Joshua Franklin Siahaan.

Pengabdiannya di Grup Lippo berakhir tahun 1997. Selepas itu dia bekerja di Eraska Grup sebagai Senior General Manager yang menangani beberapa proyek property di Cibubur. Tak lama berselang dia pindah ke Grup Tamara dengan posisi yang lebih tinggi sebagai Direktur Pemasaran Tamara Grup di Project Kedaton Golf and Residential pada usianya yang masih sangat muda untuk jabatan Direksi yaitu usia 34 tahun.

Tahun 2007, TRS dipercaya oleh pemerintah untuk menduduki posisi sebagai Direktur Pemasaran di Perum Perumnas. Saat itu, posisi keuangan dan pemasaran Perum Perumnas tidak begitu baik. Pada saat bergabung di Perum Perumnas usia TRS 43 tahun, dimana usia yang sangat muda pada jabatan direksi BUMN. Ketika bergabung di Perumnas, nilai penjualan perusahaan hanya Rp. 221 miliar. Tahun pertama bergabung di Perum Perumnas, TRS mampu meningkat kenaikan penjualan lebih dari 100%. Ditangannya, setiap tahun terjadi peningkatan penjualan hingga puncaknya tahun 2011, pendapatan Perum Perumnas mencapai lebih dari 1 (satu) triliun rupiah.

Atas keberhasilan Teddy Robinson Siahaan di Perumnas, membuat TRS kembali dipercaya oleh pemerintah untuk menjadi Direktrur Pemasaran dan Pengembangan di PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero) pada bulan November tahun 2012 untuk periode 5 tahun. Perusahaan milik pemerintah ini mengelola industri, pabrik, pergudangan, dan pelabuhan di daerah Cakung – Cilincing, Tanjung Priok, Jakarta.

TRS mengakui, sebagai anak seorang kerani perkebunan dan seorang guru, apa yang diraihnya saat ini benar-benar di luar perkiraannya. Karirnya yang sangat cemerlang tersebut diakui oleh TRS karena prinsip hidup yang selalu dia pegang yakni Kerja Keras, Kerja Cerdas, dan Kerja Ikhlas. “Saya sebenarnya tak pernah bermimpi untuk sampai pada tahap seperti ini. Namun, Tuhan itu sangat baik kepada saya dan memberikan lebih dari yang saya harapkan,” ujarnya.

TRS juga manusia yang haus ilmu. Tak cukup hanya memperoleh gelar S1, TRS juga terus belajar dan memperdalam ilmu. Dia memperoleh gelar S2 dari Northeastern University, Boston, Amerika Serikat dengan gelar Master of Business Administration sehingga TRS menyandang 2 gelar Master. Saat ini TRS sedang merampungkan program doktor atau S3 dari Universitas Brawijaya, Malang, salah satu universitas negeri terbaik di Indonesia.

TRS juga sangat aktif dalam kegiatan sosial. Sampai saat ini TRS tercatat sebagai Ketua Umum Punguan Pomparan Pangahut Tua Siahaan se-Indonesia. TRS juga masih menjabat Ketua Umum Alumni Sastra Inggris Universitas Sumatera Utara. Selain itu, TRS juga pernah menjabat Ketua Bidang Pembangunan Fisik Panitia Nasional Jubileum 150 Tahun HKBP.  Sebagai ketua bidang fisik, TRS menangani rehabilitasi Rumah Sakit HKBP Balige, Kantor Pusat HKBP di Pearaja, Tarutung, dan membangun Gedung Sopo Marpingkir HKBP di Jakarta. Oleh HKBP, saat ini TRS dipercaya sebagai Wakil Ketua Dewan Pengawas Yayasan Sopo Marpingkir HKBP. 

TRS juga aktif sebagai Ketua Dewan Pembina dan penasehat Paduan Suara Exaudia HKBP Menteng, Jakarta. Seperti diketahui, Paduan suara Exaudia merupakan paduan suara gereja terbaik di tanah air dan sering mengikuti lomba dan eksebisi di Eropa, Amerika Serikat, dan di Australia.

Suatu waktu, TRS merenungi pesan ibunya agar dia bisa membaktikan kemampuannya untuk kampung halaman.  Lebih dari itu, kata TRS, dia ingin mengembalikan sebagian karunia Tuhan yang telah didapatnya untuk kesejahteraan masyarakat di Pematangsiantar. “Saya ingin menjadi pemimpin di Siantar karena dengan cara  inilah saya bisa membalas kebaikan Tuhan sekaligus memenuhi pesan ibu saya,” kata TRS.

TRS pun membulatkan tekadnya menjadi Walikota Pematangsiantar. Menurutnya, tak ada alasan Siantar tak bisa lebih maju. Semuanya tergantung pada kemauan. Slogannya sederhana dan tak muluk-muluk, Menuju Siantar Lebih Baik. Dengan prinsip Kerja Keras, Kerja Cerdas, dan Kerja Ikhlas, TRS yakin Siantar pasti bisa lebih maju.

Tiga program pokok yang dicanangkan TRS apabila dia menjadi walikota yakni Pro-Poor (berpihak pada rakyat miskin), Pro-Job (berpihak pada penyediaan lapangan pekerjaan), dan Pro-Growth (berpihak pada pertumbuhan ekonomi).

Keberpihakan pada rakyat miskin, kata TRS, akan direalisasikan terutama melalui program pendidikan dan kesehatan. Baginya, tak ada alasan bagi rakyat Siantar, semiskin apapun dia, untuk tidak mendapat pendidikan dan layanan kesehatan. “Pendidikan dan kesehatan adalah hak setiap rakyat. Semuanya harus mendapat pendidikan dan layanan kesehatan dan pemerintah harus bertanggungjawab memenuhi,” ujarnya.

Untuk lapangan pekerjaan, TRS berjanji akan mendatangkan investor yang akan membuka pabrik atau usaha di Siantar. pengalamannya bergerak di dunia usaha selama di Jakarta memberikan keyakinan pada TRS bahwa investor bersedia masuk ke Siantar. “Kalau kita memberikan keamanan, kenyamanan, dan kemudahan perijinan, saya yakin investor akan mau ke Siantar.” ucapnya. Bahkan, jauh sebelum dia bertarung merebut kursi walikota, TRS telah melakukan pembicaraan dan menjalin komunikasi dengan beberapa investor dari Korea Selatan untuk bersedia masuk ke Siantar.

“Percayalah, kalau saya jadi walikota, beberapa investor akan masuk ke Siantar,” katanya.
Untuk pertumbuhan ekonomi, TRS sebagai bakal calon Walikota Pematangsiantar akan melakukan penataan dan penguatan terutama kepada usaha mikro, kecil, dan menengah. Menurutnya, para pelaku usaha kecil dan menengah harus diberikan tambahan ilmu dan pemahaman bagaimana meningkatkan kreasi produk dan pemasaran. “Saya juga akan membangun creative public space atau tempat kreasi masyarakat untuk mendukung perekonomian dari hasil kreatif masyarakat Siantar,” ujarnya.

Selain tiga hal di atas, TRS mengatakan prioritas pembangunan lainnya seandainya rakyat memilihnya sebagai walikota adalah menghidupkan sektor pariwisata, pembangunan infrastruktur, kebersihan, olahraga, dan budaya serta melakukan transformasi birokrasi. “Saya juga ingin manjadikan kota ini menjadi kota layak bagi anak dan kota yang bersahabat bagi saudara-saudara kita penyandang cacat,” ujarnya.

Hal penting lainnya adalah memberikan kesempatan kepada anak-anak muda untuk mengembangkan kemampuannya. “Saya akan membangun dan memberikan tempat yang layak bagi anak muda untuk mengembangkan kemampuan mereka baik olahraga, seni, atau kreasi lainnya,” tegasnya.

Menurut TRS, rakyat Siantar harus yakin untuk memilihnya nanti menjadi walikota. TRS menyadari, di saat seperti ini banyak kandidat yang menawarkan janji-janji.

"Mungkin mulut saya bisa bohong, mungkin hati saya juga bisa bohong, tapi biarlah Tuhan yang tahu apakah saya bohong atau tidak. Niat saya ikhlas untuk bermanfaat bagi masyarakat Siantar. Menuju Siantar Lebih Baik. Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa Memberikan Yang terbaik untuk Siantar." - TRS