Calon Walikota Pematangsiantar

Calon Walikota Pematangsiantar Teddy Robinson Siahaan 
Untuk Siantar Lebih Baik
“Kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas adalah motto hidup saya,”-TRS

Kisah sukses Teddy Robinson Siahaan atau TRS, adalah sebuah kisah tentang kerja keras. Kerja keraslah yang mengantar lulusan SMA Negeri 2 Pematangsiantar Sumatera Utara ini mampu meraih berbagai posisi penting di perusahaan swasta dan  di dua BUMN. Perum Perumnas dan PT Persero Kawasan Berikat Nusantara (KBN). Di usia 34 tahun, dia sudah dipercaya menjadi direktur di Tamara Group, sebuah perusahaan konglomerasi di bidang konstruksi dan properti. Kerja keras pula yang mengantarnya menjadi salah seorang direktur di Kedaton Golf, direktur di Perumnas, dan terakhir direktur di Kawasan Berikat Nusantara.


“Kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas adalah motto hidup saya,” tegasnya di berbagai kesempatan. Dengan motto itu, Teddy yang sering disebut dengan inisial TRS siap mengabdi untuk rakyat Pematangsiantar. “Saya biasa rapat jam 6 pagi dan jam 10 malam, setiap hari,” tegasnya.TRS sudah terbukti mampu dan sukses memimpin berbagai perusahaan besar. Kerja keras dan kesuksesannya akan menjadi modal besar rakyat Pematangsiantar untuk bersama menjadi lebih baik. TRS menjelaskan, keinginannya hadir di Pematangsiantar agar kota kedua terbesar di Sumatera Utara ini lebih baik. “Kami ingin Siantar ini lebih baik melalui perubahan,” sebut TRS sebagai seorang kandidat bakal calon Walikota Pematangiantar dalam suatu kesempatan.

TRS mengaku ia mengusung program yang tidak muluk- muluk. Namun diharapkan dapat dinikmati tidak hanya oleh generasi sekarang, melainkan generasi mendatang. Dari hasil riset dan data yang dikumpulkannya, di Kota Pematangsiantar saat ini tak kurang dari 9300 orang belum memeroleh pekerjaan. Penyebabnya, tidak tersedianya lapangan kerja. Sesuai data yang diperoleh, saat ini tingkat kriminal di Pematangsiantar terbilang tinggi. Setelah diteliti dan ditelaah, ternyata alasannya adalah tidak tersedianya lapangan pekerjaan, yang diikuti dengan kemiskinan.

Berangkat dari problem tersebut, maka persoalan ketersediaan lapangan pekerjaan adalah hal mendasar yang harus diutamakan. “Ketersediaan lapangan pekerjaan adalah hal yang harus diutamakan, dan itu harga mati!” jelasnya. TRS menambahkan, tingkat kriminalitas akan tertekan jika lapangan kerja tersedia. Ia pun mencontohkan Singapura, yang memiliki aturan sangat ketat namun warganya taat aturan. Sebab tingkat kesejahteraannya terjamin.

Beranjak dari sana, maka program yang harus diwujudkan lima tahun ke depan, yaitu sebanyak 15 ribu lapangan kerja harus tersedia. Dengan demikian, Pematangsiantar akan menjadi berkat, tak hanya di kota ini, namun juga daerah tetangga. Hal ini juga pastinya akan mempercepat perputaran roda perekekonomian di Kota Pematangsiantar. “Dengan demikian kemampuan dan daya beli masyarakat akan meningkat. Kami menyebutnya pro-poor (pro warga miskin),” ujar TRS. Harapan besarnya, ke depan masyarakat Pematangsiantar memiliki kesempatan yang sama atas pendidikan dan kesehatan.

“Kesehatan itu milik kita semua. Tragis jika karena tidak punya uang, warga tidak dapat pengobatan. Kita tahu banyak kendala di lapangan, tapi kita tak akan berhenti atas kendala itu,” tegasnya. Ia juga menegaskan, kedatangannya ke Pematangsiantar bukan untuk merampok atau mencuri, namun  ia datang ke Siantar ingin memerbaiki kota ini. “Saya siap keluar dari zona nyaman dan berjuang bersama rakyat,” ujar pria kelahiran Laras, Simalungun, 51 tahun lalu itu. Tumbuh besar dan bersekolah di Pematangsiantar, membuatnya memiliki hubungan emosional yamg cukup kuat dengan kota yang sempat menyandang julukan Kota Pendidikan ini.

Karenanya, ada fanatisme dan semangat yang tinggi terhadap kota Pematangsiantar dalam diri TRS. Hal itulah yang membawanya untuk maju menjadi walikota dan ingin membawa perubahan. “Kalau perlu, nanti kita akan buat rapat jam 6 pagi dan jam 9 malam. Itu bukan hal yang asing lagi bagi saya. Di perantauan, kami telah terbiasa dengan situasi seperti itu,” katanya. Menurutnya, salah satu keunggulan Pematangsiantar, banyak perantau dari kota ini yang kembali dan membawa pengalaman serta jaringan yang dimilikinya di berbagai daerah, terutama di Jakarta sebagai pusat pemerintahan negara Republik Indonesia.

“Kalau perantau membawa pulang pengalaman dan jaringan yang telah dibangunnya di pusat ke kota Siantar, itu adalah hal yang sangat baik untuk kemajuan kota kita ini ke depan,” katanya lagi. Sahabat TRS yang ditemui, tak kalah bersemangat. Jika TRS mengatakan ketersediaan lapangan pekerjaan adalah harga mati, maka bagi mereka TRS harga mati menjadi Walikota Pematangsiantar.

Tepati Janji
Menurut TRS, pemimpin harus berani menjalankan janji-janji yang pernah diucapkan. Jadi, janji bukan sekadar pembicaraan atau percakapan. “Kita harus berani menjalankan janji yang telah diucapkan,” sebut TRS. Kepemimpinan, menurut suami Susy Renta Flora boru Hasibuan ini, adalah subyek yang paling penting bagi seorang pemimpin. Sebab peran kritis dilakukan oleh pemimpin menghasilkan efektifitas kelompok dalam organisasi. Kepemimpinan sebagai proses memengaruhi dan mengarahkan aktivitas, seperti menegakkan disiplin, menjalankan tugas dengan benar, mengarahkan kelompok, dan memberikan motivasi sehingga dapat menjadi strong leadership. Karena itu, pemimpin harus dapat menciptakan pemimpin-pemimpin baru dan berkelanjutan, pemimpin dapat memberikan nilai-nilai tambah untuk perusahaan, karyawan, dan masyarakat di sekitarnya. “Memimpin berdasarkan nilai-nilai agama yang diyakini dan tidak bertentangan dengan nilai budaya masyarakat,”  ujar TRS.

Biodata
TEDDY ROBINSON SIAHAAN
Anak kedua dari delapan bersaudara, lahir di  Laras pada  4 Maret 1964
Pekerjaan: Direktur Pemasaran  dan Pengembangan PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero)
Istri: Susy Renta Flora Br. Hasibuan, SE
Anak: Joshua Franklin Siahaan
Orang Tua
Ayah: Alm. Sahat Siahaan
Ibu: Almh. Horjaria Aritonang
Mertua
Ayah: Alm. Jonar Hasibuan
Ibu: Roos Veronica Simanjuntak

Pendidikan
- Program Doktoral (S3) - Ilmu Administrasi Bisnis Universitas Brawijaya Malang 2013 - Sekarang
- Pascasarjana (S2) - Master of Business Administration Northeastem University, Boston Amerika 2013
- Pascasarjana (S2) - MM, Marketing Management Sekolah Tinggi Ekonomi IPWI, Jakarta 1995
- Sarjana S1 - Sastra Inggris Universitas Sumatera Utara (USU), Medan 1988
- Sekolah Menengah Atas (SMA) Jurusan IPA SMA Negeri 2 Pematang Siantar, Sumatera Utara 1982
- Sekolah Menengah Pertama (SMP) SMP Swasta PNP VII,Dolok Ilir, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun 1979
- Sekolah Dasar (SD) SD Negeri  5 Laras 1975

Pengalaman Kerja
- Direktur Pemasaran dan Pengembangan PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero), sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 5 November 2012 oleh Menteri BUMN dan Gubernur DKI  2012 - Sekarang
- Direktur Pemasaran Perum Perumnas, 2007-2012,  sesuai dengan SK Menteri BUMN No. KEP 219/MBU/2007tanggal 5 Oktober 2007
- Direktur Utama di PT. Karnival Indonesia, 2004-2007
- Direktur Marketing dan Operasi di  PT. Satria Kahayan Multitama, 2002-2007
- Direktur Pemasaran Kedaton Golf & Residential PT. Duta Realtindo Jaya (Tamara Group), 1998-2002
- Senior General Manager Eraska Group (Property Division), 1997-1008
- PT. Lippo Cikarang, Tbk, 1991-1997
- Assistant To Managing Director (1996-1997)
- Estate Manager (1994-1996)
- Assistant General Manager (1994-1995)
- Commercial Manager (1992-1994)
- Senior Sales Eksekutif
- Senior Marchandise  di Ellen Co, Ltd., 1990-1991
- Bussiness Development Staf di  Setia Tour - Travel, 1989-1990

Organisasi Sosial
2014-2017 Ketua Umum Punguan Pomparan Pangahut Tua Siahaan se-Indonesia
2013-2016 Ketua Umum Alumni Sastra Inggris Universitas Sumatera Utara (USU) Medan
2014-2017 Wakil Ketua Dewan Pengawas Yayasan Sopo Marpikkir HKBP
2011-2013 Ketua Bidang Pembangunan Fisik Panitia Nasional Jubelium HKBP ke-150 Tahun
2001-2007 Ketua Kompartemen Otonomi Daerah, Dewan Pengurus Pusat Realestat Indonesia (REI)
1998-2000 Team Pokja Pembahasan Hutang-hutang Anggota REI dengan BPPN

- Artikel ini dimuat di Harian Metro Siantar Edisi Rabu 22 Juli 2015  (Rivay Bakkara)