Pergantian Panglima TNI dan Peluang Calon Penggantinya


Jakarta, (Wajah Baru, 25/11/2017) – Tak lama lagi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan memasuki masa pensiun, tepatnya pada bulan Maret 2018. Ketiga perwira tinggi bintang empat yaitu Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Mulyono, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Ade Supandi, dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal Hadi Tjahjanto pun disebut-sebut punya peluang yang tepat untuk gantikan sosok Jenderal Gatot Nurmantyo.

Mengingat semakin dekatnya masa pensiun Panglima TNI tersebut, Anggota Komisi I Dave Akbarshah Fikarno berharap presiden segera mengirimkan nama calon ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sehingga nama Panglima TNI baru, bisa diumumkan sebelum akhir tahun, pergantian Panglima TNI bisa tepat waktu.

"Saya harapkan suratnya itu bisa masuk segera ke DPR, sehingga sebelum masa reses yang akan datang, kita sudah bisa melakukan fit and proper test, sebelum akhir tahun kita sudah bisa memiliki nama Panglima TNI yang baru," ungkapnya di Nusantara I Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (24/11).

Tak hanya DPR, Gatot yang sadar akan masuki masa pensiun pun, yakin sudah ada kader yang dipersiapkan untuk gantikannya usai kepemimpinannya berakhir.
"Saya yakin, kader-kader TNI sudah dipersiapkan untuk itu," ujarnya saat HUT TNI ke-72 di Cilegon, Banten (5/10).

Ketiganya Punya Peluang Sama
Sebagai Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia, ketiganya dinilai mumpuni karena sudah memenuhi syarat dengan pangkat bintang empat. Selain itu sepak terjangnya dalam dunia militer pun dapat diperhitungkan.

"Semuanya memiliki kesempatan yang sama sekarang kembali ke presiden karena ini sudah keputusan politik daripada presiden,” ujarnya di Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (24/11).

1. Jenderal Mulyono

Sosok pemimpin nomor satu di TNI Angkatan Darat, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Mulyono lahir 12 Januari 1961 di di Boyolali, Jawa Tengah. Ia merupakan alumnus Akabri 1983 yang mempunyai karir menanjak, bermula dari pangkat Letnan Dua karirnya terus menanjak perlahan hingga menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat.

Ia menjabat sebagai Pangkostrad sebelum ia ditunjuk menjadi KSAD ke-31, setelah penetapan Keppres Nomor 54/TNI/2015 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kepala Staf TNI Angkatan Darat, menggantikan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang menjadi Panglima TNI.

2. Laksamana Ade Supandi

Laksamana Ade Supandi diperhitungkan untuk menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo. Orang nomor satu di TNI Angkatan Laut ini lahir di Bandung, Jawa Barat pada 26 Mei 1960. Ia tercatat sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal)  kedua yang berasal dari wilayah priangan, setelah Laksamana (Anumerta) R.E. Martadinata yang menjabat di periode 1959-1966.

Karir Laksamana Ade Supandi bermula ketika ia lulus sebagai perwira lulusan AAL Angkatan ke-28 tahun 1983 dan terus mendapatkan jabatan yang mumpuni hingga menjadi Kepala Staf Umum (Kasum) TNI. Setelah itu ia diangkat menjadi Laksamana Madya (Laksdya) TNI Ade Supandi, S.E. sebagai Kepala Staf TNI AL ke-25, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 92/TNI/2014 yang ditandatangani Presiden RI Joko Widodo pada 31 Desember 2014.
 
3. Marsekal Hadi Tjahjanto

Perwira tinggi ini lahir di Malang, 8 November 1963, yang lulus dari Akademi Angkatan Udara tahun 1986 dan Sekolah Penerbang TNI AU 1987. Perjalanan dan karir Marsekal TNI AU Hadi Tjahjanto, dinilai paling panjang dan cemerlang dalam militer. Dirinya berhasil meraih tiga bintang lebih cepat dibanding para seniornya dalam waktu tiga tahun tercatat dua kali mendapat promosi.

Ia menjadi Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres), kemudian Irjen Kemhan tahun 2016, sebelum ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau). Berdasarkan keputusan presiden, ia dilantik 18 Januari 2017, menggantikan posisi Marsekal TNI AU Agus Supriatna yang pensiun 28 Januari 2017.

Diantara ketiga kandidat, Dave menilai track record dari Marsekal Hadi memang sangat baik. Karena ia dapat berkoordinasi dengan Panglima Gatot, untuk turut membantu menyelesaikan berbagai permasalahan di tubuh TNI.

"Kalau track recordnya sangat bagus juga, karena Pak Hadi kebetulan berhasil melakukan revitalisasi baik di alusista, pembersihan-pembersihan juga, baik yang kemarin ada kasus-kasus korupsi itu. Beliau kerjasama dengan panglima TNI cepat untuk merapikan dan juga menyelesaikan seluruh perkara yang ada," jelas politikus Golkar ini. (Tagar/NHN)