Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus Dijagokan Di Sumut


Jakarta, (Tagar 11/1/2018) - PDI Perjuangan (PDIP) telah mendeklarasikan Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus sebagai jagoannya untuk maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sumatera Utara 2018. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengumumkan pendeklarasian pasangan Djarot-Sihar di kantor DPP PDI Perjuangan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (7/1) lalu.

Djarot dijagokan PDIP sebagai calon gubernur dalam Pilkada Sumut 2018, karena dinilai cukup berprestasi terutama saat dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 15 Juni 2017. Djarot sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta sejak 9 Mei 2017 menggantikan Basuki Tjahaja Purnama.

Politisi dari PDIP tersebut, sempat menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2014-2019 dan Walikota Blitar dalam dua periode. Selama memimpin Kota Blitar, Djarot berhasil mendominasi roda perekonomian Blitar, dengan menata ribuan pedagang kaki lima (PKL) di kompleks alun-alun kota Blitar.

Sehingga atas prestasinya, Kota Blitar mendapat gelar Adipura secara tiga kali berturut-turut pada tahun 2006, 2007, dan 2008. Selain itu, disusul atas kontribusinya menjadi wali kota Blitar, dengan memperoleh penghargaan dari Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah di tahun 2008.

Sementara saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, pria kelahiran Magelang, Jawa Tengah pada 6 Juli 1962 ini, segera merespon pernyataan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mencopot jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memiliki ikatan dengan organisasi anti Pancasila, seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

“Kami usulkan dicabut kewarganegaraannya sekaligus gitu. Makanya yang mau ke Suriah di sana terus lah. Kalau dia punya ideologi lain ya silahkan mana negara yang punya ideologi yang sesuai dengan dia, pindah saja. Sekalian gitu lho, jadi kan jelas komitmen idoelogis kita,” ujar Djarot di Balai Kota Jakarta, Senin 24 Juli 2017.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah meresmikan jadwal pemungutan dan perhitungan suara dalam Pilkada 2018 secara serentak dilaksanakan pada 27 Juni 2018. Dalam Pilgub Sumut, Djarot akan didampingi Sihar Sitorus sebagai calon wakil gubernur Sumut periode 2018-2023. Penunjukan Sihar sebagai pendamping Djarot, secara langsung dinyatakan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

“Dia ini anaknya Pak DL Sitorus. Salah satu Jurkam, lalu jadi Tim Ahli Ekonomi Jokowi JK. Dan ini beda sama bapaknya, saya kan kenal sama DL. Mungkin dia datang dari sebelah sananya. Ini pasangan Sumut yang perlu kita fight,’’ sebut Megawati di DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (7/1).

Nama Sihar Sitorus cukup populer di kalangan olahraga, khususnya pencinta sepakbola dalam negeri. Sihar sempat memimpin klub kebanggaan Kota Medan, PSMS Medan. Kencintannya terhadap sepakbola, membuatnya rela menggelontorkan dana besar demi tim yang dicintainya sejak kecil.

Sihar juga memiliki rekam jejak pendidikan yang mumpuni. Pemilik nama lengkap Dr Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus Pane tersebut, merupakan lulusan SMA tahun 1984, setelah itu, melanjutkan pendidikannya di luar negeri dengan menggeluti bidang bisnis-ekonomi.

Beberapa jurusan yang diambilnya antara lain, program Bachelor of Science in Businees Administration University of Arizona, Master of Businees Administration Creighton University Ohama, Program Diploma Businees Economic University Strathclyde, Doctor of Businees Administration Manchester Businees School.

Sebelum ditunjuk sebagai cawagub Sumut, Sihar menjadi rekan kerja sebagai tenaga ahli dari Menteri Koordinator PMK, Puan Maharani. Megawati mengaku telah meminta izin kepada Puan untuk memasukan namanya di Pilgub Sumut 2018.

“Sihar ini ikut Mbak Puan di Kemenko PMK. Lalu saya bilang, ‘saya ambil Sihar ya’, ‘jangan loh Mah, saya perlu dia juga’ kata Mbak Puan,” ungkap Megawati.