Upaya Negara Berikan Rasa Nyaman Pemudik


Surabaya, 26/5 (WajahBaru) - Orang Indonesia, khususnya Jawa, sangat terikat kuat dengan kampung halaman, kata seorang pengamat asing yang kemudian disadur ulang oleh Guru Besar Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Komaruddin Hidayat dalam sebuah artikel yang dikeluarkan Tahun 2016.

Ungkapan itu bisa menjadi dasar mengapa mudik yang dalam Kamus Besar Bahasa indonesia (KBBI) diartikan sebagai kembali ke udik, atau kampung halaman, menjadi budaya turun menurun bagi orang Jawa ketika Lebaran tiba.

Mudik bagi orang Jawa juga selalu dikaitkan dengan momen Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri, dan merupakan pergerakan secara massal masyarakat dari kota ke desa. Tentunya, pergerakan ini akan menimbulkan dampak sosial, salah satunya seperti kemacetan jalan dan berjubelnya penumpang apabila tidak ditangani secara serius.

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III sebagai pemegang kebijakan wilayah kepelabuhanan di tujuh provinsi menyadari terkait dampak ini, sehingga telah menyiapkan sebanyak 14 ribu tiket gratis pada masa mudik Lebaran 2018. Rincian 14 ribu tiket gratis dialokasikan kepada 1.700 pemudik pengguna kapal laut yang berangkat melalui Pelabuhan Kumai atau Pelabuhan Sampit dan dengan tujuan Semarang maupun Surabaya.

Sedangkan 12.300 lainnya, kepada penumpang kapal laut yang tiba di Pelabuhan Tanjung Perak maupun Pelabuhan Tanjung Emas dan hendak meneruskan perjalanannya menggunakan bus ke sejumlah kota di Jawa Timur maupun Jawa Tengah.

CEO Pelindo III Ari Askhara mengakui program mudik gratis ini merupakan representasi kepedulian negara dalam memberikan rasa nyaman dan kemudahan dalam pelaksanaan mudik. Penyediaan 14 ribu tiket mudik gratis itu meningkat dua kali lipat dibanding Tahun 2017 yang tercatat hanya sekitar 6.000 penumpang.

"Tahun lalu antusiasme pemudik kapal laut cukup tinggi dalam memanfaatkan program mudik gratis yang kami sediakan. Okupansinya bahkan mendekati 100 persen," katanya.

Berbekal evaluasi pelaksanaan tahun lalu, akhirnya Pelindo III menaikkan target jumlah peserta mudik gratis dengan menggandeng BUMN lainnya, seperti PT Pelni selaku penyedia moda transportasi laut dan Perum Damri selaku penyedia moda transportasi darat.

Sementara itu, untuk perjalanan bus Pelindo III telah menyiapkan secara gratis dengan total yang disiapkan mencapai 260 trip mudik gratis, rinciannya 150 trip diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Perak dan 110 trip dari Pelabuhan Tanjung Emas.

Penyediaan bus gratis dilakukan dengan keja sama Perum Damri yang mengerahkan 15 armada bus di Pelabuhan Tanjung Perak dan 10 armada bis di Pelabuhan Tanjung Emas. Total 15 bus menuju Jember, Madiun, Trenggalek, Cepu, dan Blitar, sementara sepuluh bus lainnya dari Pelabuhan Tanjung Emas menuju Yogyakarta, Rembang, Wonosobo, Purworejo, Solo, Purwodadi, dan Tegal.

Bus itu juga akan menyinggahi sejumlah kota yang menjadi bagian dari rute masing-masing trip, dan dimulai dari tanggal 2 Mei 2018 sampai dengan tanggal 12 Juni 2018.

Untuk mekasnisme mengikuti program mudik gratis adalah dengan melakukan pendaftaran secara daring atau online melalui http://mudik.pelindo.co.id atau dapat mengunjungi posko mudik gratis Pelindo III secara langsung di pelabuhan asal, yaitu Pelabuhan Kumai dan Pelabuhan Sampit, dengan cukup membawa dan menunjukkan KTP serta fotokopi Kartu Keluarga yang masih berlaku kepada petugas.

Kereta Api Tidak hanya Pelindo III, BUMN lain, yakni PT KAI juga membuka program mudik gratis yang bertujuan sama, yakni menekan dampak sosial akibat pergerakan massal tahunan tersebut. Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Supriyanto mencatat pada tahun ini PT KAI menyediakan jatah sebanyak 1.520 penumpang untuk mudik gratis, sebagai bentuk kepedulian perseroan kepada masyarakat.

Pendaftaran program mudik gartis bareng KAI tersebut sudah dapat diakses sejak tanggal 14 Mei 2018 melalui situs mudikbarengbumn.kai.id atau mudikbareng.co.id mulai pukul 13.00 WIB. Dalam program itu, PT KAI menyediakan tujuh perjalanan kereta api selama tiga hari dengan kereta api yang ditunjuk adalah KA Kertajaya Lebaran relasi Stasiun Pasar Senen-Stasiun Surabaya Pasar Turi untuk keberangkatan tanggal 5, 6, dan 7 Juni 2018.

Kemudian, KA Brantas Lebaran relasi Stasiun Pasar Senen-Stasiun Blitar dengan waktu keberangkatan tanggal 5, 6, dan 7 Juni 2018. Serta, KA Kutojaya Utara Tambahan relasi Stasiun Pasar Senen-Stasiun Kutoarjo yang berangkat pada tanggal 7 Juni 2018. Program ini berlaku bagi seluruh masyarakat, dan satu peserta hanya boleh mendaftar dalam satu kali perjalanan. Peserta juga bisa mendaftarkan anggota keluarganya yang masih dalam satu KK dengan maksimal 10 anggota keluarga.

Setelah melakukan pendaftaran, peserta yang lolos verifikasi dari PT KAI akan mendapatkan pemberitahuan lewat sms atau surat elektronik terkait waktu dan lokasi daftar ulang. Calon peserta mudik membawa wajib membawa KTP dan KK sebagai salah satu syarat daftar ulang. Bagi pemudik yang ingin mendaptkan informasi jalur mudik teranyar dapat dilihat melalui tautan berita ini, atau pada slide yang disematkan di bawah.