Peluang Mahfud MD Cawapres Jokowi


Yogyakarta, (WajahBaru 5/6/2018) – Pemilihan Presiden 2019 sudah di depan mata, Komisi Pemilihan Umum sudah menjadwalkan pendaftaran calon presiden sepaket calon wakil presiden dimulai pada 4-10 Agustus 2018 dilanjutkan pemeriksaan kesehatan pada 5-13 Agustus 2018.

Hingga hari ini belum diketahui siapa bakal menempati calon wakil presiden mendampingi Jokowi. Yang tampak adalah begitu banyak yang menginginkan posisi itu, tapi Jokowi belum memberi sinyal mana kandidat yang ia pilih.

Mahfud MD mantan Ketua Mahkamah Konstitusi sekaligus anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) termasuk yang disebut-sebut berpeluang menjadi calon wakil presiden untuk Jokowi dalam Pemilihan Umum 2019.

Mahfud sadar diri bahwa ia tidak mempunyai partai sehingga merasa tidak etis membicarakan peluang dirinya menjadi calon wakil presiden pada Pemilihan Umum 2019.

Ketika Mahfd berada di Kompleks Kantor Kepatihan Yogyakarta, Selasa (5/6) ia ditanya wartawan mengenai peluangnya menjadi calon wakil presiden pada Pemilihan Umum 2019.

Untuk diketahui Mahfud juga Ketua Param Para Praja atau Dewan Penasihat Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X.

“Jika saya berbicara peluang (menjadi cawapres) berarti saya tidak tahu diri," katanya kepada Tagar, situs media online di Jakarta.

Menurutnya membicarakan peluangnya sendiri sebagai calon wakil presiden merupakan tindakan tidak tahu diri karena penentuan calon wakil presiden tidak lain merupakan wewenang partai politik pengusung bersama calon presiden yang bersangkutan.

"Oleh sebab itu kalau saya berbicara itu berarti saya nggege mongso (mendahului kehendak Tuhan)," katanya lagi.

Meski demikian, ia mengaku hingga saat ini memang tidak mengetahui soal peluangnya untuk diusung sebagai calon wakil presiden pada Pemilihan Umum 2019.

"Sampai saat ini tidak tahu, seperti halnya saya tidak tahu peluang Habib Rizieq (sebagai capres)," kata Mahfud sembari tertawa.

Terlepas dari peluangnya sendiri sebagai calon wakil presiden, ia berharap demokrasi di Indonesia bisa terus berjalan dengan baik sehingga kedepan muncul calon-calon presiden dan wakil presiden terbaik.

"Saya tidak punya partai berarti saya tidak bisa bilang saya mau, kan partai yang mengajukan dan juga presiden yang menentukan," katanya. (AF)