Saatnya Publik Mengawal Janji Pemenang Pilkada


Padang, 8/7 (WajahBaru) -  Usai sudah perhelatan pilkada di empat kota di Sumatera Barat dengan menghadirkan sejumlah wajah baru hingga petahana yang kembali diberi kepercayaan untuk melanjutkan kepemimpinannya.

Di Kota Padang publik kembali memberi kepercayaan kepada sosok petahana Mahyeldi untuk memimpin Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat tersebut untuk kedua kalinya.

Pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang 2014, Mahyeldi yang ketika itu berpasangan dengan Emzalmi harus berjuang keras melawan sembilan pasang kandidat lainnya yang menyebabkan pilkada berlangsung dua putaran. Sebaliknya, pada tanggal 27 Juni 2018 dia menang dengan mudah mengalahkan wakilnya sendiri, yaitu Emzalmi.

Berdasarkan hasil penghitungan final KPU Kota Padang, Mahyeldi yang pada periode kedua berpasangan dengan Ketua DPD PAN Kota Padang Hendri Septa memperoleh kemenangan cukup telak, sebanyak 212.526 suara atau 62,92 persen, sedangkan pesaingnya pasangan Emzalmi/Desri mendapatkan 125.238 suara atau 37,08 persen.

Pada Pilwakot Padang putaran pertama 2013 yang diikuti 10 peserta, pasangan nomor urut 1 Emma Yohanna/Wahyu Irama Putra memperoleh sebanyak 25.599 suara (8,17 persen), Mohammad Ichlas El Qudsi/Januardi Sumka memperoleh 48.704 suara (15,55 persen), Mahyeldi/Emzalmi 92.218 suara(29,46 persen), dan Desri Ayunda/James Helyward 59.845 suara (19,11 persen).

Peserta dari jalur perseorangan pasangan Maigus Nasir/Armalis 36.465 suara (11,64 persen), Syamsuar Syam/Mawardi Nur 4.616 suara (1,43 persen), Kandris Asrin/Indra Dwipa 13.762  suara (4,39 persen), Indra Jaya/Yefri Hendri Darmi 4.470  suara (1,43 persen), Ibrahim/Nardi Gusman 14.845 suara (4,74 persen), dan pasangan Asnawi Bahar/Surya Budhi 12.626 suara (4.03 persen).

Karena tidak ada yang memperoleh 30 persen suara, KPU Kota Padang menetapkan pilkada dua putaran diikuti pasangan Mahyeldi/Emzalmi dan James Helyward/Desri Ayunda.

Hasilnya pasangan Mahyeldi/Emzalmi menang dengan jumlah 148.864 suara (50,29 persen) atas pasangan Desri Ayunda/James Helyward yang meraih 147.168 suara (49,71 persen).

Pasangan Mahyeldi-Hendri pada pilkada serentak tahun ini diusung oleh PKS dan PAN. Pasangan ini mengusung visi "Mewujudkan Masyarakat Kota Padang yang Madani Berbasis Pendidikan, Perdagangan, dan Pariwisata, serta Unggul dan Berdaya Saing".

Pasangan itu melawan pasangan Emzalmi/Desri Ayunda dengan partai pengusung: Golkar, PDI Perjuangan, Gerindra, NasDem, PKB, PPP, dan Demokrat.

Pada pilkada tahun ini, Mahyeldi/Hendri menyiapkan sejumlah program unggulan, yaitu melanjutkan betonisasi jalan lingkungan, pengaspalan, dan pelebaran jalan, serta perbaikan drainase dan pengendalian banjir. Selain itu, meningkatkan efektivitas reformasi birokrasi, budaya kerja aparatur, dan pelayanan publik. Pasangan tersebut juga akan melanjutkan pengembangan kawasan wisata terpadu Gunung Padang dan pulau-pulau kecil.

Berikutnya, membangun 500 ruang kelas baru untuk SD dan SMP serta melanjutkan penyelenggaran Pesantren Ramadan, kegiatan keagamaan seni, budaya, dan olahraga berkualitas.

Selanjutnya, penataan angkutan umum, penambahan koridor Transpadang, serta manajemen rekayasa lalu lintas dan merevitalisasi sarana olahraga tingkat RT, membangun taman kota di kecamatan, serta pusat inovasi dan kreaativitas pemuda.

Tidak hanya itu, pasangan Mahyeldi/Hendri juga akan meningkatkan dana stimulan kecamatan hingga Rp1 miliar dan kelurahan Rp100 juta serta meningkatkan operasional RT, RW, guru TPA, MDA, dan imam masjid. Mereka bertekad meningkatkan indeks kemudahan berusaha di Padang, mendorong penyediaan rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah, dan membangun kampung tematik dalam pengembangan ekonomi berdasarkan potensi wilayah.

Pengamat politik Universitas Andalas (Unand) Padang Edi Indrizal menilai kemenangan pasangan Mahyeldi/Hendri Septa sudah diprediksi sejak awal.

"Salah satunya penyebab adalah pesaingnya pasangan Emzalmi/Desri Ayunda diusung tujuh partai politik tetapi tidak bisa menggerakkan mesin politik dengan maksimal," katanya.

Ia menilai dari tujuh partai yang mengusung Emzalmi/Desri Ayunda bahkan sebagian besar terbelah dan lebih banyak mendukung Mahyeldi/Hendri.

Di sisi lain, pemilih PKS dan PAN yang mengusung Mahyeldi/Hendri lebih solid dan paralel suaranya dengan dukungan kepada pasangan calon.

Menurut dia, faktor paling banyak menentukan kemenangan pada Pilwakot Padang adalah figur Mahyeldi sebagai wali kota.

Mahyeldi menuai insentif politik yang lebih besar. Hal ini terlihat dari tingkat kepuasan publik yang cukup tinggi atas perubahan pembangunan dalam 4 tahun terakhir, katanya.

Kawal Janji Edi Indrizal mengingatkan setelah KPU Padang menetapkan calon kepala daerah terpilih hasil pilkada 27 Juni 2018, saatnya masyarakat mengawal janji kampanye yang disampaikan kandidat.

"Masyarakat Kota Padang seyogianya terus menjaga partisipasi politiknya mengawal janji kampanye dan setiap kebijakan atau program yang digulirkan kepala daerah terpilih ke depan," kata dia.

Dalam demokrasi, katanya lagi, partisipasi politik bukan sekadar keikutsertaan pada hari-H pemilihan, melainkan yang lebih penting di antara waktu pemilihan adalah periode kepala daerah menjalankan kekuasaannya.

Untuk mengawal, menurut dia, bisa saja ada kendala karena selain rakyat juga ada pendukung calon. Akan tetapi, masyarakat selaku pemilih harus menyadari hak sebagai warga dan memiliki pengetahuan tentang janji kampanye. Edi Indrizal melihat saat ini massa secara umum belum menyadari hak-hak warga. Oleh karena itu, belum begitu peduli dengan janji-janji kampanye pasca-pilkada. Menyinggung soal pengumuman rekap hasil tingkat kota oleh KPU, dia berharap setiap pasangan calon lapang dada menerima hasilnya.

"Yang menang tidak jemawa, yang kalah tidak larut kecewa. Suasana kondusif harus terus terjaga agar semua aktivitas warga kota pun terus berjalan," katanya.

Sementara itu, Mahyeldi menyampaikan terima kasih kepada tim pemenangan, sukarelawan, dan semua pihak. Menurut dia, keunggulan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata dari masyarakat. Ia mengajak semua pihak membangun soliditas karena pelaksanaan Plkwakot Padang sudah selesai.

Pasangannya, Hendri Septa mengatakan bahwa dirinya akan bekerja sungguh-sungguh untuk membangun Padang ke depan.