Kandang Banteng Jadi Rebutan


Jokowi vs Prabowo

Jakarta, (WajahBaru 14/12/2018) - Jawa Tengah selama ini dikenal sebagai kandang banteng, wilayah dengan dominasi pengikut PDI Perjuangan. SBY dengan Partai Demokrat selama 10 tahun berusaha menggusur dominasi kandang banteng, namun tidak sanggup. Kini, Sandi Uno berencana memindahkan markas tim pemenangannya dari Jakarta ke Jawa Tengah mulai Januari 2019.

"Kemenangan di Jateng besar pengaruhnya secara nasional," kata Direktur Materi Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Sudirman Said ketika meresmikan Posko Relawan Prabowo-Sandi di Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Sabtu (8/12).

Sementara itu, Ketua Tim Kampanye Daerah Jawa Tengah pasangan calon presiden-wakil presiden RI Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Bambang Wuryanto menilai rencana pemindahan markas pemenangan pasangan Prabowo-Sandi ke Kota Surakarta justru menguntungkan kubu petahana.

"Rencana itu justru menguntungkan, tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Sandiaga yang secara tanpa sengaja telah membantu memperkuat barisan para 'banteng'," kata Bambang Wuryanto di Semarang, Rabu (12/12).

Menurut pria yang akrab disapa Bambang Pacul itu, bendera oposisi pendukung Prabowo-Sandi yang akan dikibarkan di Jawa Tengah tidak menjadi ancaman. Namun, lebih merupakan cambuk agar para kader partai politik koalisi merapatkan barisan dan berjuang lebih keras memenangkan Jokowi-Amin.

Provinsi Jawa Tengah selama ini, menurut dia, dikenal dengan istilah sebagai kandang banteng karena PDIP sering meraih suara terbanyak dalam pemilu berbagai tingkatan.

"Mari berkompetisi secara sehat," ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Jawa Tengah itu.

Di tempat terpisah, Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy menanggapi santai rencana pindah timses Prabowo-Sandi itu.

"Saya melihat itu strategi 'political gimmick' saja karena kita tahu persis, ketika Partai Demokrat berkuasa 10 tahun tidak mampu menjadi pemenang di Jateng," kata Romahurmuziy atau Rommy di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (13/12).

Ia menilai "political gimmick" itu untuk membuat atau memancing Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf tidak berkonsentrasi di basis Prabowo-Sandi yaitu di Jawa Barat, Banten, dan beberapa provinsi di Sumatera.

Rommy mengatakan pihaknya akan melihat pergerakan di lapangan apakah yang mereka siapkan sebagai basis pertahanan untuk penetrasi dari Jateng dan itu serius atau sekadar main main.

"Kalau hanya sekadar menyewa rumah untuk dijadikan sebuah pusat pemenangan, itu bukan berarti keseriusan. Itu hanya bagian dari penyempurnaan gimik," ujarnya.

Ia menilai wilayah Jateng dari dulu sudah memiliki kedekatan ideologis dengan parpol tertentu.

Selain itu, menurut dia, PDI Perjuangan dan PKB sebagai parpol pemenang urutan pertama dan kedua di Jateng pada Pemilu 2014 berada di pihak Jokowi.

Ia mengatakan saat ini PKB berada di pihak Jokowi, bersama PDI Perjuangan, PPP, dan Golkar yang memiliki suara besar di Jateng.

Selain itu dia mengatakan saat ini TKN Jokowi-Ma'ruf sedang berkonsentrasi memutar haluan daerah pemenangan karena di Pemilu 2014, Jokowi kalah di 10 provinsi yaitu empat di Pulau Sumatera, Jawa Barat, Banten, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Kami lebih berkonsentrasi untuk memutar haluan kekalahan di Pemilu 2014 menjadi kemenangan dan alhamdulillah berdasarkan survei yang terus kita lakukan secara periodik angka-angka di 10 provinsi sudah 6 yang berbalik, jadi tinggal 4 provinsi yang Pak Jokowi harus bekerja keras untuk memutar, misalnya Sumatera Barat," katanya.

Menurut dia, dalam setiap peperangan, tidak harus menang di setiap medan sehingga kalau ada 34 provinsi, lalu ada dua atau empat provinsi yang belum berhasil dimenangkan Jokowi, itu hal biasa.

Dia mengakui TKN Jokowi-Ma'ruf lebih berkonsentrasi pada provinsi-provinsi besar seperti Jabar dan Banten karena NTB, Kalimantan Selatan, serta Gorontalo situasi politik sudah berbalik yaitu mendukung Jokowi. (AF)