Pemilu Indonesia

Penyelenggaraan Pemilu Indonesia Pesta Demokrasi Lima Tahun

Kenapa ada pemilihan umum dan partai politik? Pertanyaan yang sangat mendasar, banyak yang sudah memahaminya bahkan sepertinya orang orang hebat berebutan ikutan partai politik agar bisa ikut dalam pemilu. Namun barangkali hanya sebagian yang mengerti, mengapa mereka pada berebutan. Bila disimpukan menjadi satu kata, sebenarnya sangat sederhana, mereka ingin mendapatkan "power". Sesuai dengan defenisi politik itu sendiri, cara untuk mendapatkan kekuasaan atau straggling for power.

golput

Dalam negara demokrasi, hanya melalui mekanisme pemilihan umum yang diikuti oleh rakyat, legitimasi penguasa pemenang pemilu diakui. Artinya, bila pemenang adalah hasil pilihan rakyat yang mampu mengalahkan pesaing itu adalah sah. Mencari pemimpin yang akan membawa negara ini mau kemana. Kalau begitu, jika banyak yang golput seperti pada Pemilu di Indonesia pada 2009 yang hampir mencapai 40% dan pemenang pemilihan umum dibawah 30%, apakah itu sah? Sesuai Undang Undang Pemilihan Umum, merekalah pemenang, mengalahkan partai partai lain. Kita lihat data berikut ini, siapa sesungguhnya pemilik suara pada pemilihan umum 2009 yang diperoleh dari Nusantara News dan KOMPAS.

http://www.wajahbaru.com/2014/04/kaum-merugi-pemilu-2014.html

Golput di beberapa negara selalu ada, termasuk di Amerika Serikat. Tapi bila jumlahnya dominan dibandingkan dengan pemenang pemilu, penguasa akan sangat rentan dihujat oleh masyarakat, bahkan kepala negaranya sekalipun, karena sesungguhnya penguasa tersebut bukan pilihan yang ideal, mereka menjadi pemenang hanya karena sistem politik sesuai dengan undang undang yang berlaku.
"Kalau kita mau marah atau protes sama pemerintah atau caleg, kita harus milih. Karena kalau kita nggak milih, jangan protest dong. Lu milih aja nggak tapi protes protes …" Bimbim Slank